Skip Ribbon Commands
Skip to main content

Berita
 
30 Juli 2012

BII Mencatat Pertumbuhan Laba Bersih 61% pada Semester Pertama 2012, semester terbaik sejak 1997
 

• Tonggak baru dengan total aset melebihi Rp100 triliun

Ikhtisar Kinerja Semester I 2012

  • Profit after tax​ and minority interest (PATAMI) tumbuh signifikan sebesar 61% hingga mencapai Rp592 miliar.
  • Pendapatan Bunga Bersih naik 32%
  • Marjin Bunga Bersih (NIM) naik menjadi 5,89%
  • Aset tumbuh 21% hingga melampaui Rp100 triliun
  • Kredit tumbuh 24% mencapai Rp73,5 triliun
  • Simpanan nasabah meningkat 16% menjadi Rp76,6 triliun
  • Pendapatan operasional setelah provisi tumbuh 63% mencapai Rp710 miliar
  • Imbal hasil ekuitas tercatat sebesar 15,72%, naik dari posisi sebelumnya 9,94%
  • Kualitas aset meningkat dengan rasio kredit bermasalah gross (gross NPL) tercatatsebesar 2,11% and net NPL sebesar 0,98%
  • Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan mempertimbangkan risiko kredit, operasional dan pasar yang terkelola dengan baik di level 12,56%
  • Laba bersih per saham naik 61% menjadi Rp10,51​

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII” atau “Bank”) hari ini mengumumkan  laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI) sebesar Rp592 miliar untuk kinerja enam bulan pertama yang berakhir pada 30 Juni 2012, meningkat  61% dari Rp367 miliar per 30 Juni 2011. Ini merupakan PATAMI BII tertinggi sejak 1997.  Laba sebelum pajak dan kepentingan non-pengendali Bank mencapai Rp824 miliar atau naik 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Peningatan kinerja ini terutama didukung oleh pertumbuhan yang kuat pada bisnis inti Bank, eningkatan kualitas aset dan perbaikan kinerja keseluruhan sistem operasional Bank.

Bank kembali membukukan pertumbuhan kredit yang kuat sepanjang semester dengan portofolio kredit naik sebesar 24% dari Rp59,5 triliun per Juni 2011 menjadi Rp73,5 triliun per Juni 2012 dengan kredit Global Wholesale Banking memberikan kontribusi 38% dari total kredit, sementara kontribusi kredit UKM dan Konsumer masing-masing sebesar 25% dan 36%. 

Rasio kredit terhadap simpanan nasabah (LDR) konsolidasian terjaga pada level 95,39% dibandingkan 89,95% pada periode yang sama tahun lalu. LDR untuk Bank Saja (tanpa anak perusahaan) juga terkelola dengan baik pada level 89,40%, sementara modified consolidated LDR dengan memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 82,40% per 30 Juni 2012.

Total simpanan nasabah tumbuh sebesar 16% mencapai Rp76,6 triliun per 30 Juni 2012, naik dari Rp65,9 triliun per 30 Juni 2011. Tabungan tumbuh sebesar 9% menjadi Rp16,0 triliun dari Rp14,6 triliun, Giro tumbuh 12% menjadi Rp13,5 triliun dari Rp12,1 triliun tahun lalu, dan deposito naik 20% menjadi Rp47,1 triliun dari Rp39,2 triliun. Pertumbuhan simpanan nasabah ini telah menyebabkan kenaikan aset Bank sebesar 21% hingga mencapai Rp102,0 triliun dari Rp84,3 triliun per 30 Juni 2011.

Pencapaian lainnya yang mendukung peningkatan kinerja Bank pada semester I adalah:
  • Pertumbuhan pada segmen bisnis Bank disertai dengan peningkatan kualitas aset. Rasio gross NPL berada di level 2,11% per 30 Juni 2012 dari 2,45% per 30 Juni 2011, dan rasio net NPL membaik menjadi 0,98% dari 1,22%. Perbaikan kualitas aset terutama disebabkan oleh praktik perbankan yang prudent dan disiplin seperti yang tercermin pada usaha terus menerus Bank dalam memperkuat manajemen risiko dan proses kredit, serta pemantauan yang ketat terhadap debitur yang ada.
  • Sementara portofolio kredit meningkat 24%, beban provisi per 30 Juni 2012 tetap terjaga stabil sebesar Rp555 miliar. Hal ini mencerminkan perbaikan pada kualitas aset Bank. 
  • Pendapatan bunga bersih (NII) meningkat 32% dari Rp1,9 triliun per Juni 2011 menjadi Rp2,6 triliun per Juni 2012 disebabkan oleh biaya dana yang rendah. Persaingan yang ketat dalam industri perbankan memberi tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) perbankan; namun, pada Juni 2012 Bank dapat meningkatkan NIM-nya menjadi 5,89% dari 5,43% pada periode yang sama tahun lalu.
  • Pendapatan operasional lainnya (fee based income) turun 8% dari semester pertama tahun lalu yang terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan administrasi piutang pembiayaan konsumen yang berkaitan dengan entitas anak (subsidiary) yang bergerak dalam bidang pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dimana fokusnya saat ini adalah meningkatkan kualitas aset. Namun penurunan ini diimbangi oleh pendapatan bunga yang tinggi.
  • Meskipun Bank secara agresif melakukan perluasan jaringan serta terus melakukan investasi pada infrastruktur IT dan sumber daya manusia (SDM), Bank berhasil menjaga kenaikan overhead cost sebesar 12% dari Rp2,2 triliun per Juni 2011 menjadi Rp2,4 triliun per Juni 2012. Sepanjang semester pertama 2012, Bank telah menambah 24 kantor cabang baru dan 66 ATM. Per 30 Juni 2012, secara total Bank memiliki 375 kantor cabang (termasuk cabang Syariah dan luar negeri) dan 1.218 ATM termasuk 65 CDM. Bank berkomitmen penuh untuk berinvestasi pada perluasan  jaringan dan infrastruktur untuk menyediakan layanan dan kenyamanan yang lebih bagi para nasabahnya.
Presiden Direktur BII, Dato’ Khairussaleh Ramli mengatakan:

“Total aset BII kini telah melampaui angka Rp100 triliun, yaitu sebesar Rp102,0 triliun.  BII juga berhasil mencapai dua digit annualized ROE yaitu sebesar 15,72% yang merupakan pencapaian pertama kalinya sejak 1997. Peningkatan kinerja ini menunjukkan bahwa perjalanan panjang dan upaya kami dalam meraih kembali momentum pertumbuhan telah menunjukkan hasil. Saya yakin bahwa rencana pertumbuhan berkelanjutan pada seluruh segmen bisnis akan lebih meningkatkan kinerja Bank sekaligus terus memperluas pangsa pasar dengan tetap menjaga kualitas aset dengan baik.”

“Untuk mengejar pertumbuhan bisnis, BII akan terus memastikan  standar yang tinggi pada manajemen risiko, tata kelola perusahaan dan praktik perbankan yang prudent untuk menjaga tingkat kesehatan Bank.”

“Setelah 53 tahun melayani dan tumbuh bersama nasabah dan masyarakat, pada 2012 kami telah memulai strategi turnaround untuk memperbarui visi kami. Dengan menyediakan jasa keuangan dan solusi bisnis yang tepat kepada nasabah, dan memberikan layanan yang prima akan membuka jalan bagi BII untuk menjadi the Leading Relationship bank in Indonesia by truly being in the community, serving through customized products & solutions and delivering high quality of service.”

Presiden Komisaris BII dan Chairman dari Maybank Group, Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin bin Megat Mohd Nor:

 “Kinerja BII yang kuat pada semester I 2012 merupakan hasil kerja keras kami dalam mengejar pertumbuhan yang menguntungkan melalui berbagai komunitas di seluruh Indonesia. Saya yakin bahwa melalui sinergi dengan Maybank Group, nasabah kami  dan stakeholder lainnya akan memahami bahwa kami selalu memberikan yang terbaik dalam bermitra sejalan dengan humanize financial services.”

Tentang BII

BII merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan jaringan internasional yang memiliki 375 cabang termasuk cabang Syariah dan cabang luar negeri, 1.218 ATM termasuk 65 CDM (Cash Deposit Machines) BII di seluruh Indonesia, dan juga terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM yang tergabung dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS, dan jaringan MEPS di Malaysia dan sekaligus terhubung dengan lebih dari 3.500 ATM Maybank di Malaysia dan Singapura serta memiliki kantor luar negeri di Mauritius, Mumbai dan Cayman Islands. Per 30 Juni 2012, total simpanan nasabah sebesar Rp76,6 triliun dan total aset Rp102,0 triliun, BII menyediakan serangkaian jasa keuangan melalui kantor cabang, jaringan ATM, phone banking, mobile banking dan internet banking. BII tercatat di Bursa Efek Indonesia (BNII) dan aktif di sektor Perbankan UKM, Konsumer, serta Korporasi & Komersial.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Esti Nugraheni, Division Head of Corporate Communications
Ph: +6221 2922-8888
InvestorRelations@bankbii.com

 

Internet Banking